Rabu, Oktober 26, 2011

Kengerian Siksa Neraka


Telah kita ketahui bersama bahwasannya Allah sebagai pencipta seluruh alam semesta tidak membiarkan manusia sia-sia begitu saja hidup tanpa aturan, tanpa dibalas amalan-amalan yang telah mereka kerjakan. Akan tetapi Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul yang memperingatkan manusia dari siksaan neraka serta memberikan kabar gembira dengan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Lalu, apakah semua bani Adam mengimani Rasul yang telah Allah utus tersebut? Tidak! bahkan kebanyakan manusia ingkar. Manusia yang ingkar dan mendustakan para utusan Allah tersebut telah diancam akan mendapatkan siksaan yang sangat pedih berupa neraka yang menyala-nyala.
Sifat-sifat neraka yang Allah siapkan bagi para penentang Rasul-Nya, yang Allah sediakan bagi orang-orang yang selalu berlumuran dengan dosa, sangatlah banyak disebutkan, baik dalam Al-Quran maupun As-Sunnah As-Shohihah.
Di antara sifat-sifat neraka tersebut yaitu:
Sangat panas membakar dan tidak ada kesejukan sedikitpun di dalamnya.
Allah berfirman:
 “Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu. Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas lagi mendidih serta dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan juga tidak menyenangkan”. (QS. Al-Waqi’ah: 41-44)
Dalam ayat ini disebutkan bahwa hal yang merupakan sumber rasa dingin di dunia ini ada 3, yaitu air, angin dan naungan. Akan tetapi air, angin dan naungan ini tidak bermanfaat sedikitpun bagi manusia di dalam neraka. Mengapa? Karena angin yang biasanya memberikan rasa kesejukan di dunia, di neraka angin tersebut adalah berupa As-samum yaitu angin yang sangat panas tiada tanding, airnya berupa Al-hamim air yang sangat panas lagi mendidih serta naungannya berupa Al-yahmum yaitu asap panas dan tebal yang berasal dari asap api neraka. Bayangkanlah wahai kaum muslimin, bagaimana rasanya masuk ke temapt yang rendah lagi hina tersebut?
Adapun api neraka sangatlah panas membakar. Rasulullah menggambarkan bagaimana panasnya api jahannam dalam sabda beliau:

نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ
“Api kalian yang ada di dunia ini adalah satu bagian dari 70 bagian api neraka jahannam” (mutafaq’alaih)
Lalu, bagaimana apabila kita masuk ke dalam api yang ada di dunia ini? tidak dapat disangkal lagi, kita pasti akan habis terbakar, lalu bagaimana apabila kita dilemparkan kedalam api yang panasnya 70 kali lipat dari panasnya api yang ada di selurus dunia ini? Dapatkah kita bayangkan bagaimana keadaan kita setelah dilemparkan ke dalamnya. Oleh karena itu takutlah kalian kepada Allah, bertaqwalah kepada-Nya takutlah kalian semua terhadap siksa yang tiada tara serta segeralah beramal dengan amalan shalih sehingga kalian dijauhkan dari siksa api neraka.
Tahukah kalian apa makanan dan minuman penduduk neraka? apakah sama dengan apa yang ada di dunia? ketahuilah, makanan dan minuman penghuni neraka adalah termasuk bagian azab yang pedih dan siksaan yang tiada terkira. Makanan mereka adalah adh-dhori’ dan az-zaqqum serta minuman mereka berupa air yang mendidih dan air yang sangat berbau busuk. Allah berfirman:
  “Mereka tiada memperoleh makanan selain 'Dhori’ (pohon yang berduri), yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”. (Al-Ghasyiah: 6-7)
          Dhori’ adalah tanaman berduri tajam. Makanan yang dimakan penduduk jahannam ini sama sekali tidak berfaedah baginya, tidak ada rasa lezat, tidak berguna bagi tubuh dan memakannya merupakan salah satu bentuk azab yang Allah berikan kepadanya.
          Kemudian makanan penduduk neraka yang lain yaitu zaqqum. Allah berfirman:
Kemudian hai orang yang sesat lagi mendustakan. benar-benar kamu akan memakan pohon zaqqum. dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan". (QS.Al-Waqi’ah: 51-56)
          “Zaqqum” adalah tanaman yang paling buruk dan buahnya adalah buah yang paling jelek, oleh karena itu diserupakan dengan kepala Syaiton yang sangat jelek lagi menjijikkan. Rasulullah r menggambarkan buruknya dan jeleknya buah zaqqum yang merupakan makanan penduduk neraka yaitu:
“Jika satu kuntum buah ‘zaqqum’ jatuh di suatu tempat di muka bumi ini, sungguh akan rusaklah kehidupan penghuni dunia…” (HR.Tirmidzi, hadits hasan shaheh). Bayangkan apakah kalian sanggup memakan buah yang paling buruk tersebut, lalu bagaimana kesudahan orang yang memakannya? Wal ‘iyadzu billah.
          Buah zaqqum ini sama sekali tidak mengenyangkan perut penduduk neraka yang sangat lapar, karena ketika buah ini masuk ke dalam perut maka akan segera mendidih seperti mendidihnya minyak dan akan menimbulkan rasa sakit yang sangat pedih. Kemudian penduduk neraka tersebut mencari air untuk menghilangkan rasa panas di perutnya maka ia akan mendapatkan Al-Hamim (air mendidih dan tak tertandingi panasnya) lalu dia meminumnya seperti minumnya unta tanpa mengetahui rasa sakit yang akan menimpanya. Maka Hamim yang dia minum tersebut akan menghancurkan usus-ususnya.

“Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya” (QS.Muhamad: 15)
Kemudian penduduk neraka akan diberi pakaian-pakaian dari api yang yang panas membakar.
 “Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. (QS.Al-Hajj: 19).
Pakaian yang lain yang dikenakan penghuni neraka adalah tembaga cair dan baju besi yang terbuat dari penyakit kudis.
          Wahai kaum muslimin! Bersegeralah kalian untuk bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa yang telah kalian kerjakan, serta mintalah kepada Allah agar dijauhkan dari siksa api neraka yang menyala-nyala.

Hal-hal yang telah kami sebutkan tadi adalah perkara yang telah Allah siapkan bagi penghuni neraka, dari kaum kuffar, orang-orang munafiq, penentang dakwah Rasul, orang yang banyak menyelisihi sunnah Rasulullah r serta para pendosa yang selalu bergelimang dengan dosa dan maksiat.
Adapun siksaan yang akan diterima penghuni neraka sangatlah banyak. Hal ini sebagai balasan terhadap kekufuran, dosa dan maksiat yang selalu mereka kerjakan. Dan juga menunjukkan betapa besar keadilan Allah I terhadap para hambanya, yaitu Allah tidak akan mengazab hamba yang tidak mempunyai kesalahan dan akan membalas manusia yang selalu berbuat kerusakan sesuai apa yang telah mereka kerjakan.

 Di antara Azab yan akan diterima penghuni neraka yaitu:
 Pertama: Kulit mereka gosong, hangus terbakar.
Kulit merupakan tempat dirasakannya segala rasa, baik panas-dingin, lembut-kasar dan lain sebagainya. Maka api nereka akan membakar dan menghanguskan kulit mereka. Kemudian apabila kulit tersebut telah hangus terbakar, akan diganti dengan kulit yang baru, lalu dibakar lagi, hancur, diganti lagi dan dibakar lagi dan seperti itu seterusnya. Allah I berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus terbakar, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab”. (An-Nisa’: 56)

Kedua: Hancur lebur tubuh-tubuh mereka
Temasuk macam siksaan yang akan diterima orang-orang kafir dan musyrik yaitu mereka disiram dengan air yang sangat panas mendidih di atas kepala mereka. Maka dengan sebab panasnya air tersebut menjadikan usus-usus dan tubuh mereka hancur berantakan. Allah I berfirman:
Disiramkan air yang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu, hancur luluhlah segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). (QS. Al-Hajj: 19-20)

Ketiga: wajah-wajah mereka menghitam
Allah berfirman:
“Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu ". (QS. Ali Imron: 106)
Keempat: Diselimuti api dari segala penjuru.
          Allah berfirman:

“Bagi mereka lapisan-lapisan api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api) pula”(Az-Zumar: 16)
Keenam: Diikat, dibelengu dan dirantai
Allah telah siapkan bagi penghuni neraka rantai-rantai, belenggu-belenggu dan tali-tali untuk mengikat mereka sebagai salah satu bentuk penghinaan dan siksaan bagi orang yang selalu ingkar terhadap perintah-Nya. Allah berfirman:

 “Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala”. (Al-Insan: 4)

Harus kita ketahui juga bahwa neraka adalah bersifat kekal, tidak akan pernah binasa. Ibnu Hazm berkata: “Seluruh umat telah sepakat bahwa surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya tidak akan pernah binasa, Dan neraka beserta kesengsaraan yang ada di dalamnya tidak akan pernah hancur dan binasa pula ….”. (almilal wan nihal, IV hal. 83).
Rasulullah bersabda: “Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka telah tetap berada di dalamnya, maka maut didatangkan di tengah-tengah antara surga dan neraka, kemudian disembelih lalu penduduk surga diseru: “Wahai penduduk surga kalian kekal dan tak akan pernah mati, Wahai penghuni neraka kekal dan tidak ada lagi kematian…”(HR.Bukhori dan selainnya).

Maka yang tersisa pada saat itu adalah kegembiraan bagi penduduk surga serta kesedihan dan penyesalan yang tak terkira bagi penghuni neraka.
Setelah kita mengetahui bahwasannya azab yang disediakan Allah adalah azab yang sangat pedih, akankah kita selalu berada dikubangan dosa-dosa sehingga kita terjerumus kedalam panasnya api neraka? Masihkah kita selalu bergelimang dengan maksiat, sehingga kita termasuk penghuni-penghuni neraka? Maukah engkau dilemparkan kedalam neraka disebabkan kesalahan dan dosa yang selalu engkau kerjakan? Pikirkanlah, renungkanlah, wahai orang-orang yang berakal !!


Pada khutbah yang kedua ini kami akan sedikit menambahkan tentang beberapa amalan yang dapat menghindarkan diri dari siksa api neraka. Diantaranya yaitu:
·        Beriman kepada Allah I, membenarkan seluruh risalah yang dibawa para Rasul serta selalu beramal shalih. Kekafiran merupakan sebab utama seorang dilemparkan kedalam neraka, maka merupakan jalan agar manusia selamat dari terjerumus ke dalam neraka adalah menegakkan keimanan dalam dirinya serta beramal dengan amalan-amalan shaleh. Allah berfirman:

 (Yaitu) orang-orang yang berdo'a:"Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka".(Ali imron: 16)
·        Diantara amalan yang lain yaitu cinta kepada Allah. Rasulullah  pernah bersabda:
“Allah tidak akan melemparkan hamba yang dicintai-Nya kedalam neraka” (Shoheh,HR. Hakim dan Ahmad) seorang yang dicintai Allah sudah pasti ia mencintai Allah juga.
·        Kemudian puasa, puasa merupakan perisai yang dapat menghindarkan manusia dari terjerumus kedalam api neraka.
·        Kemudian, takut kepada Allah serta takut akan siksa-Nya yang mengerikan, jihad fi sabilillah serta manusia yang senantiasa memenuhi harinya dengan taubat dan istighfar kepada-Nya.
·        Dan seluruh amalan-amalan yang bernilai kebaikan lainnya, seperti: taat kepada orang tua, berbuat baik kepada tetangga, dan amalan-amalan kebaikan lainnya yang jumlahnya lebih dari 70 cabang kebaikan. Kesemuannya amalan ini akan menjauhkan kita dari siksa api neraka.
Maka wajib bagi kita untuk selalu meminta kepada Allah I agar dihindarkan dari siksa neraka dan selalu memohon kepada-Nya agar dimasukkan ke dalam Surga.

Sebagai penutup, coba kita renungkan apa yang telah kita amalkan dari dulu sampai sekarang? apakah kita telah memenuhi hari-hari kita dengan ketaatan yang akan menolong kita dari siksaan api neraka atau malah sebaliknya kita selalu berbuat maksiat dan dosa sehingga membuat Allah murka? Kapan kita terakhir kali bersimpuh untuk bertaubat dan meminta ampunan kepada Allah? Kapan kita melelehkan air mata, menangis menyesali dosa dan maksiat yang telah kita kerjakan? amalan apa yang telah kita kerjakan untuk mambentengi diri dari neraka? wahai kaum muslimin! takutlah kalian terhadap kemurkaan Allah, takutlah kalian dari siksa neraka! renungkanlah wahai kaum muslimin! dan segeralah kalian meminta ampun kepada Allah dan bersegeralah untuk bertaubat kepada-Nya!

Setelah kita mengetahui bagaimana kerasnya siksa neraka, maka hendaklah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan, keimanan dan selalu menambah amalan-amalan yang dapat menghindarkan diri darinya dan dapat memasukkan ke dalam surga.

Pembahasan ini banyak dinukil dari kitab: “Al-Jannah wa An-Naar” karya Syaikh Umar bin Sulaiman Al-Asyqar.


3 komentar: